PENGENALAN kecepatan media dan besar paket data. 5.

PENGENALAN
KONSEP DELAY TERHADAP SISTEM INFORMASI

A.       Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh
proses keterlambatan maupun  proses waktu
transmisi data dari pengirim dan penerima dari satu titik ke titik lain yang
menjadi tujuannya atau yang menjadi patokannya satuan
dari delay adalah sekon (detik). Beberapa konsep delay yakni sebagai berikut :

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.       Packetization
Delay

       Delay
yang terjadi disebabkan oleh waktu yang diperlukan untuk proses pembentukan
paket IP dari infomasi user. Delay ini hanya terjadi
sekali saja, yaitu di source informasi.

2.      Queuing
Delay

Delay
ini disebabkan oleh waktu proses yang diperlukan oleh router didalam menangani
antrian transmisi paket di sepanjang jaringan. Umumnya delay ini sangat kecil
untuk media besar paket data ini.

3.      Delay
Propagasi

Proses
perjalanan informasi selama didalam media transmisi, misalnya SDH, coax atau
suatu lembaga menyebabkan delay yang disebut dengan delay propagasi.

4.      Transmission
Delay

Transmission Delay adalah waktu yang diperlukan sebuah
paket data untuk melintasi suatu media. Transmisi delay ditentukan oleh kecepatan media dan
besar paket data.

 

5.        
Processing delay

Processing delay adalah waktu yang diperlukan oleh
suatu perangkat jaringan untuk melihat rute, mengubah header, dan tugas switching lainnya.

 

B.             Jitter yaitu adanya variasi waktu atau
pemberian waktu yang dimiliki dari sinyal periodik dalam suatu jaringan  elektronik dan telekomunikasi yang mampu
memberikan referensi jam dengan kaitan waktu tertentu. Jitter dapat diamati
dalam karakteristik seperti frekuensi berturut-turut pulses, amplitude sinyal,
atau fasa dari sinyal periodik. Jitter adalah signifikan, dan biasanya tidak diinginkan
dalam suatu jaringan data, faktor dalam desain hampir semua sambungan
komunikasi (misalnya, USB, PCI-e, SATA, OC-48). Dalam jam pemulihan aplikasi
disebut waktu jitter. Jitter dapat di kuantifikasi dalam hal yang sama
seperti semua waktu bervariasi sinyal, misalnya, RMS, atau
puncak-ke-puncak dalam jaringan elektronik dengan komunikasi. Lainnya juga
seperti waktu-sinyal bervariasi, yakni Jitter juga dapat dinyatakan
dalam hal kepadatan dalam frekuensi yang memiliki suatu konten.

Periode
pada  Jitter adalah interval antara dua kali efek maksimum (atau
minimum efek) dari sinyal yang mempunyai macam-macam perbedaan yang pastinya
sangat berpengaruh terhadap pengaturan waktu yang telah didtetapkan oleh
frekuensi yang sudah di tetapkan. Frekuensi pada  Jitter, semakin sering
dikutip sebagai nilai, dari kebalikannya. Secara
umum, Jitter frekuensi rendah sangat tidak menarik dalam perancangan sistem,
dan rendahnya frekuensi cutoff yang dimiliki Jitter biasanya ditentukan pada 1
Hz.

 

C.     Throughput

 Throughput adalah kecepatan rata-rata
data yang diterima oleh suatu suatu node dalam beberapa saat selang waktu
pengamatan tertentu. Throughput merupakan bandwidth aktual saat itu juga
dimana kita sedang melakukan koneksi. Satuan yang dimilikinya sama dengan
bandwidth yaitu bps.

D.     Pengertian Sistem

Suatu
sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur maupun komponen-
komponen suatu kesatuan yang terdiri dari elemen yang dihubungkan bersama guna
untuk menghubungkan suatu alitran informasi dan yang saling berhubungan
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan
suatu sasaran tertentu (Jerry Fritz).

Konsep dasar Sistem adalah yakni meliputi
dari berbagai aspek dan sudut pandang serta dari sejumlah komponen tentunya
yang saling memiliki interaksi dan juga saling bekerja sama untuk membentuk
suatu kesatuan dalam system yang sedang bekerja yang berbeda-beda sesuai dengan
keterangan dalam hal-hal yang berkaitan dengan system dan  memiliki ciri-ciri  dan karakteristik.
        Dalam
Komponen-komponen dalam suatu sub system ini tentu tidak akan dapat beridi dan
berjalan sendiri dikarenakan system satu dengan system yang lain tidak dapat
dipisahkan. Dalam masing-masing komponen di suatu sub sistem harus saling
berinteraksi dan juga saling berhubungan satu sama lain guna membentuk dan
membuhungkan antara suatu gabungan kesatuan untuk tujuan yang akan di tuju dan
di capai sehingga memiliki sasaran yang tepat untuk suatu tujuan informasi itu
sendiri. 

E.      Karakteristik
Sistem

Yakni
memiliki komponen dalam suatu sistem yang memiliki jumlah yang tentunya saling
berinteraksi satu sama lain. Dan juga sestiap system tersebut tidak peduli
betapa kecilnya suatu pengaruh terhadap sistem dan komponen yang akan
digabungkan dikarenakan sitem-sistem tersebut telah memiliki dan mengandung
komponen yang sangat baik dan sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem untuk
suatu informasi yang akan dilakukan guna tujuan yang akan dicapai. Dan sistem
tersebut juga menjalankan suatu fungsi yang telah di miliki secara keseluruhan
jadi memiliki upaya yang sangat besar tentunya dalam suatu informasi. Misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan
industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra
sistem.

F.      Komponen-
komponen Sistem

a.       Sistem
Boundary

Yaitu adalah
suatu sistem yang memilikiantara batasan sistem satu dengan yang lainnya jadi
dalam hal ini memungkinkan bahwa suatu sistem yag akan di pandang sebagai suatu
kesatuan akan sangat berpengaruh dan memiliki ruang sebagai satu kesatuan dalam
ruang lingkup dari sistem tersebut.

b.     
Sistem
Environment

Yaitu
adalah apapun pengaruh dari luar batas yang akan memperngaruhi sistem tersebut
yakni memiliki penghubung antara subsistem delay satu dengan subsitem yang
lainnya input maupun output. Dalam hal ini sistem input itu sendiri  dimasukan ke dalam suatu sistem berupa
perawatan sinyal agar sistem yang dimasukkan secara cepat beroperasi dengan
baik dan dapat memberikan energi kedalam suatu sistem informasi.
 Sebagai contoh
didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk
mengoperasikan suatu computer yang ada dengan data-data yang dimiliki di olah
kemudian menjadi suatu informasi. Sedangkan dari sistem output itu sendiri yakni
akan di olah proses masukan untuk menjadi proses keluaran yang sama-sama di
inginkan oleh suatu sub sistem. Dikarenakan tidak adanya sasaran maupun tujuan
maka dalam hal tersebut operasi tidak akan memberikan manfaat bagi sub sistem
maupun informasi yang akan di kelola.

 

 

c.       Sistem
Abstrak

Yaitu adalah
sistem yang memiliki suatu ide dan pemikiran-pemikiran yang tidak ditunjukan
langsung atau di praktekkan langsung secara fisik

d.      Sistem
Buatan Manusia

Yaitu adalah
suatu sistem yang dibuat langsung oleh 
manusia yang tentunya langsung melibatkan interaksi antara manusia
dengan sub sistem yang telah dibuat.

e.      
Sistem
Tertentu (deterministic system)

Yaitu
sistem ini mampu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi
dengan baik. Interaksi bagian-bagiannya dapat di lihat serta dideteksi dengan
pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan bahwa sistem tersebut
sudah pasti di amati dengan cara-cara yang baik tentunya.

f.       
Sistem
tak tentu (probabilistic system)

Yaitu
dalam sistem ini memiliki kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi
dikarenakan banyaknya mengandung unsur probabilitas yang tentunya tidak
terhubung dan terpengaruh terhadap adanya sistem yang berada diluarnya dengan
adanya ini maka tentunya secara otomatis sistem tidak akan bekerja secara baik
dan sistem tidak bisa di gunakan dengan baik dalam hal ini sistem pekerjaan
tentunya akan menurun.

luarnya.

G.    
Kualitan
Informasi

Dalam hal ini tentunya informasi pasti
memiliki kualitas yang sangat baik untuk suatu informasi yakni ada 3 hal yang
sangat mempengaruhi suatu informasi.

a.      Yang pertama harus memiliki berita yang
tentunya akurat yakni yang dimaksud tidak adanya kesalahan yang di munculkan
pada saatpemberitaan suatu informasi dengan harus menunjukan kejelasan suatu
informasi tersebut yaitu meliputi kebenaran suatu informasi dengan memberikan
informasi yang jelas serta memberikan kelengkapan dengan pasti dalam suatu
informasi sehingga orang maupun konsumen memberikan rasa percaya dan rasa aman
apa yangtelah di beritakan melewati suatu informasi tersebut dengan tidak
adanya lagi keraguan akan infiormasi.

b.
  Yang kedua juga sangat penting yaitu
adanya ketepatan waktu yang sangat berpengaruh besar terhadap dating atau
terlambatnya suatu informasi yang telah disampaikan dikarenakan ketepatan waktu
dalam suatu informasi sangat berpengaruh besar dalam pengambilan suatu
keputusan.

c.    Dan yang terakhir yaitu adalah memiliki
informasi yang besifat relevan yaitu informasi yang si sampaikan harus
bermanfaat.

Studi Kasus Dalam Pengenalan
Konsep Delay Terhadap Sistem Informasi

Analisis kasus delay yang
terus-menerus terjadi pada pesawat Lion Air, banyak penumpang yang pastinya
merasa dirugikan dengan adanya kasu ini banyak juga konflik yang terjadi di
dalam penumpang Lion Air.  Dalam hal ini
faktor hal tersebut adalah tentang kegagalan Planing, Organizing, Leading dan
Controling yang dialami saat penerbangan pesawat Lion Air. Penundaan
penerbangan yang menyebabkan kekecewaan pada para penumpang maskapai tersebut,
sehingga terjadi beberapa kegagalan rencana penerbangan yang dialami para
penumpang Lion Air tersebut.

Beberapa kendala dan juga permasalahan yang menyebabkan
penundaan penerbangan yaitu:    

1)        
Perencanaan (Planning)

Banyaknya penumpang yang tentunya
merasa kcewa terhadap layanan yang diberikan oleh maskapai Lion Air. Jauh
sebelum kejadian seperti ini terjadi seharusnya perusahaan sudah memikirkan dan
mengantisipasi hal-hal seperti ini jika ada kemungkinan peristiwa keterakan
terjadi. Akibat kegagalan pemikiran perencanaan (Planning) perusahaan untuk
mengatasi masalah yang terjadi akibatnya para penumpang mengalami kegagalan
terhadap beberapa rencana mereka serta hilangnya kepercayaan penumpang terhadap
perusahaan lion air dan mindset penumpang
terhadap perusahaan menjadi negatif. 

 

2)        
Pengorganisasian (Organizing)

Ketidaksiapan pengorganisasin
(organizing) perusahaan dalam menanggapi masalah yang terjadi berakibat fatal.
Seharusnya perusahaan memberikan beberapa organisasi kelompok untuk ditempatkan
ditempat beberapa bagian. Seperti ada kelompok untuk yang memberitahukan kepada
para penumpang jika akan ada penundaan keberangkatan, dan ada juga kelompok
yang menangani tiket penumpang yang ingin di refund karna penumpang merasa di rugikan karena delay yang
berkepanjangan.

 

3)        
Pembimbingan (Leading)

Semua anggota organisasi seharusnya
melakukan pengarahan kebawahan agar arah tujuan tercapainya penyelesain masalah
yang sedang dihadapi. Melakukan pengarahan jika memang dari awal perusahaan
sudah tau jika beberapa pesawat mengalami kerusakan dan memberitahukan kepada
penumpang agar bersiap-siap jika ada beberpa pesawat yang mengalami kerusakan,
sehingga para penumpang tidak terlalu kecewa dan bergegas pindah pesawat.

4)        
Pengontrolan (Controling)

Kurangnya kontrol terhadap pencegahan masalah
oleh perusahaan pesawat Lion Air. Seharusnya perusahaan berusaha semaksimal
mungkin agar mengontrol masalah yang di hadapi seperti dengan cara secepatnya
membawa pesawat cadangan ke bandara yang pesawat di bandara tersebut yang
mengalami kerusakan agar tidak terjadinya delay yang berkepanjangan seperti
saat ini.